Satelit Indonesia - Transvision Di Satelit Apa? Telkom 1 Hilang

Satelit Indonesia update informasi transvision terbaru. Sudah beberapa hari forum satelit membahas transvision yang dikabarkan akan hilang dari Telkom 1. Mungkin informasi transvision hilang di satelit Telkom 1 di tanggapi beragam, ada yang percaya, ada yang tidak dengan berbagai argumen masing masing terutama umur satelit Telkom 1 yang sudah uzur.

Beberapa hari yang lalu, beberapa frekuensi transvision menghilang atau no signal. Tanda tanda inilah yang diambil para pecinta siaran satelit sebagai awal Transvision benar benar akan migrasi sepenuhnya ke satelit baru. Untuk yang kepingin tahu transvision di satelit apa, silahkan saja arahkan dish anda ke 091.5°E Ku Band.

Transvision Di Satelit Apa kok hilang

Untuk yang bertanya transvision di satelit apa dengan mengarahkan dishnya ke posisi derajat tersebut dan memakai perangkat ku band akan menemukannya. Transvision menempati satelit baru yaitu Measat 3B. Hal ini katanya untuk peningkatan layanan, namun yang jelas dengan memakai Ku Band akan banyak keluhan transvision terutama saat cuaca memburuk seperti hujan. Transvision hujan gangguan, kemungkinan besar dan berlaku bagi yang memakai dish kecil, kalau dish solid besar mungkin masih aman walaupun kualitas sinyal turun.

Untuk yang memakai tv berlangganan transvision dan masih menggunakan perangkat C band dan mengarah ke satelit Telkom 1, sampai tulisan ini di buat hanya menyisahkan 1 transponder aktif. Yang ingin tetap berlangganan transvision silahkan hubungi saja teknisi terdekat untuk pointing ulang dan upgrade perangkat parabola anda.

Transvision Di Satelit Apa? Telkom 1 Hilang Komentar

M. Julian

Hanya argumen belaka: Selain umur Telkom 1, mungkin karena satelit milik Indonesia tercinta itu kemampuan daya pancarnya kalah jauh sama satelit milik negara lain. Sebagai contoh: Satelit milik negara lain menghasilkan SQ minium 80% ke atas dengan dish kecil 6ft solid. Nah pas di arahkan ke satelit milik indonesia malah min SQ 32% atau bahkan 0% itu keren lho gan, padahal segala upaya sdh dikeluarkan. Kalau Telkom 1 walau tua SQ masih bagus.

10/03/16 18.21
Bowo Ekowidodo Sragen

Soal SQ setahu saya itu tergantung juga dana, kalau mau tinggi dana mesti tinggi. Mungkin untuk Satelit Telkom 1 sudah tua, jadi mesti irit tenaga biar siap saat ingin diganti. Dan pay TV jelas memerlukan SQ tinggi hingga tenaga mesti besar, bisa bisa kalau mempertahankan jasa buat pay TV bisa habis strom baterainya sebelum satelit penggant jadi :D

11/03/16 14.48
M. Julian

:D :D cukup setuju, tp sering ditemui transponder yg SQ tinggi kualitas program siaranya jelek "bukan" termasuk yang sering ditonton :)

12/03/16 14.06
Bowo Ekowidodo Sragen

Itu karena mereka ada dana, kalau merasa programnya jelek berarti bukan target mereka. Mereka berani SQ tinggi karena berkeinginan jangkauan luas dan target mereka menjadi banyak.

Namun yang SQ kecil juga bukan karena ndak punya dana walau itu bisa juga, cuman seperti TV nasional Indonesia sepertinya lebih mentingin ke UHF, satelit hanya sebagai link ( feed ) saja buat repeater uhf mereka :D

12/03/16 15.51
M. Julian

Selama belasan tahun tracking satelit dan mnrt pengalaman yg diperoleh, seringnya freq/transponder yg dipilih oleh masing2 stasiun tv juga pengaruh ke SQ yg diterima masyarakat asalkan dalam polarisasi yg sama jaraknya tidak terlalu berdekatan "biasanya" SQ besar, kecuali kalau satelit ybs punya daya pancar yg sangat besar baru SQ tidak akan turun banyak walau jarak freq cuman 6-8 Mhz di polarisasi yg sama.

Btw cukup bnr gan kebanyakan mereka mentingin UHF terutama analog karena di daerah saya tinggal UHF digital sdh 1,5 thn off air. Hal ini bisa dilihat dari peralatan yg mereka pakai untuk menangkap siaran satelitnya minimal dengan solid yuri 8ft tp rata2 sekitar 12ft, namun ada juga dish solidnya lebih dari 6 meter "ya iyalah" transponder yg mereka pakai SQ nya kecil padahal temasuk tv yg digandrungi terutama oleh para ibu dan gadis remaja dan juga towernya paling tinggi :D

Tp semoga saja penerus Tlkm 1 bisa memancarkan sinyal yg jauh lebih besar dari pendahulunya dan banyak memuat siaran FHD atau bahkan UHD karana setahu saya satelit negara tetangga yg sekarang dipakai Transvision, sudah lama ada saluran UHD nya walau cuman itu2 saja :D

15/03/16 18.10
Bowo Ekowidodo Sragen

Semua kembali ke penyewa transponder sih om, mau besar atau kecil SQ nya tergantung kepentingan masing masing penyewa. Kalau inti masih sebagai link (feed) siaran UHF mereka tetap saja via satelit minim sinyal. Tapi kalau memang ndak punya akses UHF mungkin bisa besar sesuai dana, target yang mereka inginkan :D. Jadi kemungkinan sangat kecil di pengaruhi oleh satelit baru. Tapi kalau FHD, mungkin saja nanti bisa terlaksana. Semoga secepatnya.

15/03/16 21.01
M. Julian

Semoga Tlkm 3S "kemampuan" nya lebih besar dari Tlkm 1. Alasan sderhananya adlh supaya saat menggunakan dish kecil, kita tidak harus susah payah fine tunning LNB, atau banyak goyang2 piringan haha..,

mengenai sat baru sbg contoh bisa kita lihat di 2009 saat Palapa C2 ke D yg powernya lebih besar mnrt data yg tertulis, tp pada prakteknya juga beberapa transponder vertical naik drastis, kecuali Horizontal yg hanya naik sedikit. Kalu skrg sih banyak penurunan :(, Tapi kalau kita lihat Asiasat 2 ke 5, 3S ke 7 ya tidak pengaruh ke SQ karena daya pancar sama dgn pendahulunya. Iya sih ujung2nya duit, dulu di 2009 dngr2 di berita sewa satu TP di satelit bayarnya 1,2 juta U$/thn, wow skrg pasti naik donk :D

Ya semoga siaran FHD atau paling tidak 1080i banyak menghuni satelit kita dan gratis biar gak ditertawain negara2 tetangga yg lebih maju dunia tv nya, walau aslinya sy jrg ntn tv, hanya senang tracking wkwkwk.

Salam hormat gan, senang berbicara dgn anda :D

16/03/16 14.18
Bowo Ekowidodo Sragen

Telkom 3S itu nanti posisi orbitnya 118E atau bersanding dengan Telkom 2. Untuk pengganti Telkom 1 rencananya Telkom 4. Kalau dish odu jelas untuk ku band klo C Band tetap harus dish gede, irit tenaga satelitnya :D

Untuk siaran FHD, mungkin bisa segera terlaksana kalau penonton memang mendesak kearah situ dan itu pasti di luar Indonesia lebih dulu, lihat saja kenyataan di group group satelit saja, masih banyak sekali yang menganggap TV Tabung lebih bagus dari TV LED, mana mungkin mau upgrade ke FHD, lha SD saja sudah pas dengan TV tabung, irit biaya sewa transponder lagi :D.

16/03/16 19.40
M. Julian

Iya maksudnya Tlkm 4, krn ada 2 satelit yg akan meluncur jdnya suka ke tuker, td sy coba kirim comment yg ke-2 tuk edit komentar tp gak muncul :D

itu karena siaran SD harus di upscaling oleh image processor LCD LED TV dan tiap merek juga tipe tidak punya kemmpuan yg sama "ada kualitas ada harga" yah.. UUD lagi, jd kasarnya "penciptaan" pixel palsu tuk tampil di layar tv yg pixelnya banyak. Jd boleh saja banyak pendapat kalau CRT terlihat lebih baik dari HDTV tuk siaran SD. Tapi tergantung pada kemampuan user dalam melakukan kalibrasi ulang LCD-LED. Kalau tepat kalibrasinya seperti yg ditetapkan oleh ISF biasanya hasil gambar bagus walau siaran tv cuma SD quality, krn seperti yg kita ketahui banyak produsen tv panel datar modern/curved tidak melakukan setting gambar dengan benar, umumnya selalu ngejreng gak karuan bwt narik minat pembeli di toko, tp pas ke rumah kok gambar wajah orang di tvnya kaya hantu banyak bedaknya wkwkwk.. :D

16/03/16 20.10
Bowo Ekowidodo Sragen

xi3.. klo komen blogger emang ndak bisa di edit, bisanya kirim lagi, nanti saya moderasi.

Iya benar kembali ke SDM nya lagi, tapi kalau pemikiran sudah berubah bahwa LED lebih bagus dari tabung, mau tak mau memaksa penyedia konten menyediakan kualitas video yang bagus menyesuaikan perangkat penontonnya. Penyediaan konten asal asalan ya kembali lagi karena produk yang di pakai penontonnya juga asal asalan, nanti di bagusin juga perangkat ndak support kan jadi repot, kena marah dan bully penonton walau perangkat penontonnya yang kurang memadai.

Bagi saya intinya, kita sebagai konsumen yang harus memaksa para penyedia media tersebut, bukan kita yang ngarep mereka upgrade baru kita upgrade, #ngimpi .. selama masih menghasilkan duit ndak mungkin mereka upgrade :v

16/03/16 22.10
M. Julian

setuju setuju,iya skrg zamannya masyarakat yg jauh lebih pintar dengan peralatan yg lebih canggih dari yg mereka kira jd betul sekali kita yg harus maksa. Lagipula LCDLED itu rewel kualitas konten.

Agustus silam sy iseng cek2 signal palapa 3747 yg baru dihapus dan ada signalnya & di scanning Live music ultah SCTV 1080i, kemudian cek ke 3756 siaran resmi mereka 576p dan hasilnya terlihat burem. Sebenarnya "mungkin" mereka scr peralatan hampir siap tp blm mulai. Masa dari dulu yg HD cuma Kompas, Berita Satu dan Net, Indomaret yg SQ super tinggi, kemudian Terakhir CNN Ind dan Trans. Walau skrg cmn Net HD yg bisa free, awal mengudara resmi di 2012 cmn pelanggan big TV yg bisa menikmati NHD, masyarakat umum cmn dikasih NSD tp semoga yg HD free selamanya jgn cmn sampe ulang tahun doank. Indomaret & BNI life dari awal juga HD tp apa yg mau dilihat wkwkwk... bagusan lihat live streaming YouTube HD aja :D

17/03/16 00.12
Bowo Ekowidodo Sragen

Pasti nantinya juga mengarah kesitu, namun mungkin kalau negara lain semisal Jepang, Korea sudah menikmati UHD.

Untuk FHD memang sudah banyak, tapi masih jauh dari standar FHD sebenarnya, tapi memang lebih baik daripada SD. Net HD itu juga masih rendah, secara gampangnya bisa dilihat dari SR masih 3000, kalau mau lebih detail pakai analizer ts pasti tahu kalau data rate videonya masih kecil, ( bisa lihat di post frekuensi Net HD di blog ini, bit rate nya.). Apalagi channel Dreamcast, kalau Indomaret lumayan yang ke 3. Untuk Trans 7 walau HD kontennya banyak SD, aneh jadinya. Untuk Beita Satu HD lumayan seperti Net klo ada pergerakan cepat kelihatan pecahnya.

Kalau Net HD kemungkinan tetap FTA selamanya karena itu link buat DVB T2 nantinya :D

17/03/16 13.42
M. Julian

Betul mas, bitrate videonya kecil, kelihatan kok saat ada perubahan frame yg cepat pada objek gambar, tp cukup mending dibandingkan saat pertama dia muncul. Audionya jga cuman mpeg-1. Keseluruhan masih kelihatan cupu pas sy bandingkan langsung dengan saluran HD yg tergabung ke Discovery network, dan bbrp saluran HD milik negara maju lainnya. Dreamcast kurang layak dilihat :( tetus sisa lainya sy setuju:D

Ini menegaskan kepada peyedia konten, bahwa masyarakat itu jauh lebih cerdas dan loyal kepada perangkat yg dimiliki, sekaligus membantah anggapan mereka bahwa kualitas yg skrg msh mencukupi. Kualitas gambar + suara tv nasinal FTA skrg yg dianggap jauh lebih jernih dari tv nasional yg dijual di Pay TV saja bisa dibandingkan perbedaannya oleh anak kecil umur 5thn :D

Btw om, apa ada kabar bagaimana kelanjutan Transvisison kedepannya stlh skrng pindah ke Measat apa balik lagi ke sat Tlkm yg baru ?

17/03/16 14.33
Bowo Ekowidodo Sragen

Wah klo di bandingin sama channel berbayar ya emang ndak pas, walau banyak juga channel berbayar yang juga ecek ecek. Yang aneh itu Dreamcast, ini channel buat talenta, pasti sangat familier dengan multimesia, tapi kok garapnya kayak asal asalan. Ya paling ndak seperti Fashion TV Asiasat 5 kan lumayan :v.

Tapi memang channel TV berbayar ada juga kan yang kalah kualitasnya, yang pelanggannya kemarin pada ngambeg banyak channel ilang. Walau katanya juga lagi berbenah :D

Untuk Transvision belum ada kabar apapun tapi mungkin tetap di Measat 3B dalam waktu lama. Kalau balik ke Telkom pointing lagi, klo ke C band ganti perangkat lagi kan rugi banyak ( keuntungan berkurang ) :D

17/03/16 15.56
Anonim

Anonim

Bos transvision d rmh mati mulai 16 maret kmarin. Awalx masuk siaran HD aja selama 2 minggu setelah itu hilang semua.telpon CS minta upgrade cm minta maaf karena tdk masuk area upgrade karena kekurangan teknisi. Decoder msh pake TM9000 bisa bantu upgrade ga....ato emang harus ganti decoderx. Thx

17/03/16 22.10
Bowo Ekowidodo Sragen

Soal ganti perangkat saya kurang tahu, tapi kalau transponder di Telkom 1 memang sudah hilang semua.

Untuk yang berhubungan dengan tranvision, receiver saya kurang tahu pasti apa masih bisa di gunakan, tapi kemungkinan tidak. Untuk dish parabola masih bisa di gunakan, untuk LNB tidak bisa di gunakan karena Transvision di Measat 3B ku band kalau di Telkom 1 C Band.

Untuk pastinya beli LNB ku band, pointingkan yang dari Telkom 1 ke Measat 3B. dari situ bisa di coba receivernya bisa di gunakan atau tidak :D

17/03/16 22.40
Anonim

Anonim

Untuk pointing trans pake lnb bekas aora apa bisa

26/03/16 18.09
Bowo Ekowidodo Sragen

Bisa, asal masih bisa di gunakan untuk lock satelit

26/03/16 19.24