Satelit Indonesia - Kesalahpahaman Dalam Upgrade Firmware Receiver Parabola

Kesalahpahaman Dalam Upgrade Firmware Receiver Parabola

Satelit Indonesia update apa saja kesalahpahaman orang dalam upgrade receiver satelit parabola. Belakangan sering sekali kita temu firmware receiver parabola beredar di media sosial. Hal ini dipicu oleh terbukanya jenis acakan powervu dan tandberg. Ditambah mudahnya oprek firmware receiver dengan chipset montage.

Contoh beberapa receiver yang sering bersliweran adalah Matrix Burger S2 dengan yang seidentik seperti LGSat Infinite, Tanaka Jurasic, GSky yang paling hanya berbeda di beberapa data saja. Ada juga seperti Skybox A1, Venus Meteor, Freesat v7 dan masih banyak yang lain. Dan tergantung juga pada ada tidaknya yang oprek firmware tersebut.

Beberapa orang bahkan membuat kumpulan firmware receiver parabola untuk receivernya. Namun ada juga yang belum sepenuhnya mengerti akan fungsi upgrade receiver parabola itu sendiri dan kebanyakan hanya ikut ikutan karena biar dianggap kekinian.

Kesalahpahaman Dalam Upgrade Firmware Receiver Parabola

Tiap ada update firmware sebenarnya sudah dijelaskan apa saja perubahan yang terjadi. Namun memang kadang yang upload tidak memberikan informasi pasti perubahan apa saja yang dilakukan di firmware terbaru. Jadi bisa dimaklumi jika banyak kesalahpahaman update software receiver parabola.

Video Lebih Bening

Update firmware memang bisa membuat perubahan dalam display video hal ini terkait dengan versi codec video yang dipakai. Namun jika codec masih sama, tidak mungkin ada perubahan ditampilan video. Perbedaan lebih bening atau buram biasanya bisa diatur melalui setting video. Apalagi jika versi firmware masih sama, dan tidak ada oprek di system codec, review mengenai lebih bening lebih ke hoax.

Autoroll Lebih Cepat

Tidak dipungkiri belakangan fitur autoroll memang sangat ditunggu. Tapi rupanya memang banyak yang belum paham proses autoroll ini. Terbukti masih banyak yang menganggap firmware dengan boot logo ini lebih cepat dari boot itu. Sebenarnya soal kecepatan autoroll ini sudah dibahas di blog ini, tapi mungkin masih sedikit yang membaca dan memahaminya. Tidak mungkin sepeda motor akan jadi lebih cepat hanya dengan ganti cat.

Autoroll Dengan Upgrade Berulang Ulang

Sering kali, Satelit Indonesia membaca, ada review bisa autoroll dengan upgrade beberapa firmware. Misalnya, pertama diupgrade semua, kedua diupgrade software only dan digunakan autorollnya, karena tidak suka kemudian upgrade lagi ke firmware lama, dan channel autoroll tetap clink. Apakah firmware upgrade terakhir autoroll?

Secara awam mungkin ada yang membenarkan karena masih bisa terbuka. Namun secara teknis tidak. Untuk membuktikan silahkan dengan menghapus semua key lagi, atau buka systemnya bandingkan dengan firmware kedua yang autoroll. Biasanya di LZMA demo atau LZMA pertama di struktur firmware. Prinsip dasar update berulang ulang itu bukan pindahin fungsi autoroll tapi cuman ngambil key hasil dari firmware lain. Terbukti dari cara upgradenya yang hanya software only. Mending load softcam, daripada peluang matisuri menjadi lebih besar karena upgrade firmware.

Lebih Bagus Original Daripada Edit Boot Logo

Pernyataan ini sering Satelit Indonesia temui dibeberapa group receiver parabola yang share hasil edit boot logo. Bagi Satelit Indonesia hal itu bisa benar bisa salah. Bagus jika itu masalah garansi dan orisinal, tapi kalau performa dan tampilan jelas salah.

Boot logo dan background radio tidak akan mengganggu kualitas firmware asal tidak berlebihan, sesuai support codec di firmwarenya. Malah dengan pergantian boot logo itu sebenarnya memanfaatkan ruang kosong di firmware. Kalau yang sering oprek firmware dan tahu pembacaan NCRC makan banyak sekali ruang kosong yang tidak dimanfaatkan firmware tersebut walaupun berukuran 4MB. Dan bisa juga memaksimalkan, misal font Arial itu digunakan kisaran 300KB didalamnya asa text asian seperti china, arab dan lain lain. Kalau anda hanya gunain bahasa Indonesia atau Inggris yang bisa 11KB berapa keborosan firmware anda?

Selisih dari ukuran object dan ruang kosong di firmware itulah yang dimanfaatkan para opreker untuk memaksimalkan di boot logo. Apa jadinya jika dimanfaatkan misal, dibagian database untuk channel atau key?

Banyak Menu Acak Berarti Bisa Buka Acakan

Kalau di group lagi bahas acakan, pasti jadi ramai apalagi kalau bahas irdeto dan acakan lain yang belum kebuka di receiver FTA (non berbayar) pasti jadi ribut. Dengan dalih adanya menu maka bisa terbuka. Sebenarnya harusnya diingat kasus Tandberg, bagaimana hanya ngerubah versi dari 1. 0 ke 1. 2 menu yang sama sama tandberg tidak bisa digunakan dan mesti menunggu upgrade lagi.

Itu juga terjadi di beberapa menu itu, harus membuat module yang sesuai algoritma jenis acakan sekarang. Sering kali ada yang kelakar, siapa yang mau brute kalau rolling 10 detik. Kelakar itu bisa benar bisa salah. Anda tahu berapa kali rolling PowerVU? mungkin ada yang bilang sehari untuk Sport 24 NSS 12, atau ndak pernah untuk channel lain.

Mungkin banyak yang menganggap benar, tapi itu salah jika sebagai pembanding. Anda membandingkan irdeto rolling di DCW dengan PowerVu di ECM key jelas beda. Jadi kalau ingin membandingkan dengan powerVU dan irdeto ada di bagian ECM nya. Kalau key nya silahkan lihat dibagian log OSCAM, kalau punya DVBcard dibagian powervu emu bagian ECM, yang bergerak terus itulah DCWnya. Sekarang bandingkan dengan Irdeto dan kawan kawan lebih cepat mana.

Jadi intinya bukan soal rolling tiap 10 detik siapa yang mau brute tapi memang belum ada module Irdeto yang tepat. Jadinya para bruter untuk menonton channel acak irdeto yang belum ada module otomatis decrypt ECM seperti powervu ataupun tandberg untuk menemukan DCW otomatis, tetapi harus manual tiap rolling ECM nya yang kisaran 10 detik untuk menemukan 1 key tiap section.

Itu tadi beberapa kesalahpahaman mengenai update firmware, jika anda ada masukan dan mau menambahkan silahkan melalui komentar. Jadi pahamilah untuk apa kita upgrade firmware, butuhkah kita dengan update tersebut? kalau tidak kenapa kita mengambil resiko upgrade firmware dan menambah kemungkinan mati suri receiver jadi lebih besar?

Kesalahpahaman Dalam Upgrade Firmware Receiver Parabola Komentar

Unknown

1. Apakah ada alamat (server) khusus untuk download frimware receiver parabola? seperti frimware handpone.
2. Apakah firmware brand x bisa digunakan untuk brand y?
3. klo jawaban diatas bisa, adakah firmware yang bisa digunakan untuk flashing decoder bromo C2000 (punya kvision, Shaanxi Guang Mao Electronic), supaya bisa digunakan untuk FTA tanpa terganggu display "Anda belum berlangganan ..."

24/05/17 06.42
Bowo Ekowidodo Sragen

1. Ada kalau receivernya punya web resmi, namun kebanyakan imporan dari china.
2. Bisa, asal board sama
3. Tinggal cari seri board yang sama, namun kebanyakan klo untuk pay tv dipesan khusus, tidak ada untuk umum. Yang ada anda backup, edit firmwarenya.

24/05/17 12.03