Satelit Indonesia - Cara Mencari Firmware Yang Cocok Receiver Parabola

Cara Mencari Firmware Yang Cocok Receiver Parabola

Satelit Indonesia update bagaimana cara cara mengetahui jenis firmware itu cocok dengan receiver yang kita punya. Kita ketahui sekarang banyak sekali receiver yang beredar di pasaran decoder satelit parabola dan itu mudah di akses karena adanya koneksi internet.

Banyaknya receiver satelit yang beredar di pasaran kadang malah membuat bingung, dengan tampilan sama bisa berbeda firmwarenya ataupun dengan tampilan berbeda bisa sama firmwarenya. Banyaknya receiver satelit parabola ini ternyata tidak ditunjang dengan update firmware yang berkala maka ada sebagian orang yang rela mencoba cara mencari firmware yang cocok dengan receivernya ke wilayah belahan bumi yang lain, karena memang kemungkinan ada yang sama atau seidentik.

Untuk itulah kalau kita mencoba mencari firmware yang cocok untuk receiver yang kita punya pengetahuan dasar apalagi kalau ditunjang dengan kemampuan buat oprek. Maka tidak mustahil kalau masih hardware baru bisa mendapatkan firmware receiver baru juga walaupun kemungkinan beda struktur dan mesti di oprek.

Cara Mencari Firmware Yang Cocok Receiver Parabola Beberapa waktu yang lalu frekuensi metro tv mpeg2 muncul kembali namun sudah pindah transponder walaupun masih dalam satu satelit yaitu satelit Palapa D. Untuk yang ingin mencari metro tv hilang dari parabola untuk MPEG2 silahkan lakukan langkah berikut.

Untuk itu Satelit Indonesia sedikit memberikan dasar dasar apa yang harus dilakukan untuk mengetahui jenis firmware dan kecocokannya dengan receiver yang kita punya. Cara mengetahui jenis firmware cocok dengan receiver kita sebenarnya mudah namun kadang dipersulit.

Spesifikasi Receiver.

Langkah pertama untuk bisa mendapatkan firmware yang cocok untuk receiver kita adalah kita tahu spesifikasi receiver kita sendiri. Paling utama yang perlu diketahui adalah tipe chipset. Ini wajib, tanpa mengetahui jenis chipset pasti kita akan kebingungan dan salah terus menerus. Cari tipe chipset di manual book saat beli receiver atau buka website spesifikasi receiver terutama web resminya.

Spesifikasi selanjutnya yang tidak kalah penting adalah kode board. Kode board adalah kode tertentu yang di tuliskan dalam board hardware, jadi kalau ingin mengetahui kode board kita harus membuka casing receiver. Ini penting, jika kita tahu kode board semakin mudah dalam mencari firmware yang cocok dengan receiver kita.

Ukuran Firmware.

Setelah mengetahui chipset, kode board maka kita mencoba download firmware yang berserakan di internet. Kita bisa masuk ke group, forum, web download ataupun web resmi. Perhatikan jenis file firmware dan ukurannya. Entah yang masih terbuka atau sudah dikompress zip, rar, 7z dan lain lain. Kalau ukuran lebih dari eprom tidak usah di download walaupun memiliki spesifikasi chipset yang sama.

Struktur Firmware.

Setelah download, kita perhatikan struktur firmwarenya, buka dengan aplikasi yang dikuasai, biasanya hex editor. Perhatikan dengan seksama, loader, sistem dan datanya. Jika ada kemiripan langsung kita eksekusi. Untuk yang sering oprek, Satelit Indonesia yakin sudah bisa menentukan poin poin penting tiap firmware, teutama loader. Dari sini sang opreker biasanya bisa menentukan firmware generasi apa.

Mencoba Firmware.

Sesudah mengetahui struktur firmware dan mengetahui kemiripan firmware tersebut, cara selanjutnya adalah dengan mencoba firmware dengan di upgradekan ke receiver. Entah melalui port USB atau hard flashing. Tapi kebanyakan hard flasing, entah lewat USB TTL, RS232 atau USB programmer. Untuk pencobaan firmware disini kita harus lebih dulu bisa hard flash. Jangan sekali kali mencoba kalau belum begitu mengerti proses hard.Jadi disini pentingnya punya receiver, kalau tidak punya receiver buat mencoba, bagaimana mengetahui firmware bisa berjalan normal

Mengedit Firmware

Dari mencoba firmware akan diketahui bisa tidaknya firmware digunakan, kalau tampil error maka apa saja errornya dan dari sini kemampuan oprek firmware diuji. Contoh saja seperti config remote, led display, chip id, customer id, protek usb, chipset wifi dan masih banyak yang lain. Dan semua hal tersebut tiap firmware berbeda tingkat kerumitanya.

Awal pusing dari sini dan biasanya untuk yang hanya sekedar user tidak mengetahui kerumitannya, makanya maklumi saja kalau opreker di bully walaupun sudah keluar tenaga dan biaya yang kadang receivernya harus mati total, bisa karena kena chipsetnya, atau jalur eprom yang ngelupas.

Jika proses edit selesai, tinggal mencari bug firmware yang diedit. Hal ini bisa dicari sendiri atau firmware di lempar ke komunitas buat di coba. Nah sampai disini pasti sudah sedikit menjeaskan bagaimana cara mencari firmware yang cocok dengan receiver yang kita miliki.

Cara Mencari Firmware Yang Cocok Receiver Parabola Komentar

bk ja

How to chang remot cofig of KOS receiver

04/03/18 20.46
Yoedie Tracking's

Mantep mbah. Saya belum menemukan ke cocokan firmware ali m3601s 4mb mbah .. Udah muter" keliling dunia masih belum ketemu firmware yg suport pover vu di chipshet ali m3601s ... Semoga mbah mimin punya stock firmware nya 😁

04/03/18 21.14
channyein swe

How to find id chip and customer id in skybox a1 dvb finder sw

16/03/18 10.07
Bowo Ekowidodo Sragen

DVBfinder stop support Skybox A1

16/03/18 12.45
al fhatony

Admin mau tanya... Guna caranya membuat receiver bisa suport usb network.. Sblumnya bisa.. Tp setelah d.upgrade fitur usb network tsb tidak ada

29/03/18 22.12
Bowo Ekowidodo Sragen

Ya balikin lagi pada yang bisa

31/03/18 11.36
Mister Koplak

Admin apakah file firmware itu extensionnya adlah 'bin' stelah saya extract. Receiver saya adlh matrix android burger s2.

27/06/18 18.13
Bowo Ekowidodo Sragen

Belum tahu, saya belum punya receivernya.

28/06/18 06.40